Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2010 Masih Stagnan

October 26, 2010 3:17 PM WIB

Berdasarkan Transparency International Indonesia (TII), Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tahun 2010 masih stagnan di skor 2,8 dan berada di posisi 110 dari 178 jumlah negara, tidak berubah dibandingkan pada tahun 2009.

Share This Story

Ketua Dewan Pengurus TI Indonesia, Todung Mulya Lubis mengatakan dirinya terkejut dari 13 hasil sumber survey yang dilakukan oleh 10 institusi independen sejak Januari 2009 hingga September 2010, Indonesia masih berada di posisi 110 dari 178 negara.

Menurutnya, dari angka tersebut menunjukkan Indonesia belum ada perubahan dan hanya berjalan di tempat. Adanya pelemahan secara sistematis terhadap institusi KPK, hal ini dikarenakan pemerintah gagal memperkuat lembaga pengadilan, kejaksaan, dan kepolisisan dalam pemberantasan korupsi.

Masyarakat Indonesia terutama mahasiswa juga dapat melihat dengan jelas belum ada komitmen yang kuat untuk mengusut tuntas kasus mafia pajak seperti Gayus Tambunan, yang berlanjut sangat panjang dan tidak jelas. Demikian juga dengan kasus-kasus korupsi lainnya.

Like us on Facebook

Peluncuran Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perseption Indeks (CPI) 2010 dilaksanakan secara bersamaan di seluruh negara pada hari Selasa (26/10).

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Muhammad Jasin mengatakan, stagnannya IPK di Indonesia dikarenakan belum aktifnya proses reformasi birokrasi.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menargetkan IPK  Indonesia pada tahun 2015 pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) akan mencapai 5,0. Namun, rencana tersebut disambut dengan pesimis karena masih diragukan jika pemerintah dapat memperkuat lembaga penegak hukum dengan jelas. Todung menambahkan, yang dibutuhkan di negeri ini hanyalah tindakan bukanlah berupa pidato semata.

Sedangkan di peringkat pertama dipegang oleh Singapura dengan angka 9,3, Brunie Darussalam berada di peringkat 38 dengan angka 5,5, Malaysia berada di peringkat 56 dengan angka 4,4, Thailand berada di peringkat 78 dengan angka 3,5, dan Myanmar berada di peringkat 176 dengan angka 1,4.

Angka yang dipegang Singapura 9,3 juga dipegang oleh Denmark Selandia Baru, dan Finlandia. Sementara, Vietnam dengan angka 2,7, Timor Leste 2,5, Filipina 2,4, dan Kamboja 2,1.

This article is copyrighted by International Business Times.

Baca Artikel Lainnya

Pakistan Blokir TwitterPakistan Kembali Blokir Twitter dan Facebook, Warga Gusar

Hari Minggu (20/5/12) Pakistan memblokir Twitter yang membuat gusar warganya. Tindakan ini dipicu oleh penolakan situs m...

Diskusikan kisah ini